Perfect Blue (1998): Bukan untuk Sembarang penonton

anata dare na no....?

Sutradara & Penulis : Satoshi Kon & Sadayuki Murai

Producer : Hitomi Nakagaki, Yoshihisa Ishihara, Yutaka Togo,..

Tanggal rilis : 28 Februari 1998 (di Jepang)

Produksi : MadHouse

Sinematografi : Hisao Shirai

Genre : Psychological Thriller-Horror-Drama-Mystery

Durasi : 81 menit

 


Pemain / Pengisi Suara :

Junko Iwao

Rica Matsumoto

Shiho Niiyama

Masaaki Okura

Shinpachi Tsuji

Emiko Furukawa

 

Sinopsis :

Berkisah tentang seorang gadis bernama Mima Kirigoe, anggota grup idol Jepang, CHAM! yang pensiun dari dunia musik untuk mengejar karir akting. Saat dia menjadi korban penguntitan, pembunuhan keji mulai terjadi dan Mima mulai kehilangan pegangannya pada kenyataan. Seperti banyak karya Kon lainnya, seperti Paprika, film ini membahas kaburnya garis antara fantasi dan kenyataan.

 

Halo! Sebelumnya, sudah lama sekali saya tidak membuat ulasan Film di blog Reka. Akhir-akhir ini saya jarang sekali membuat ulasan, lebih sering saya lontarkan lewat twitter, ulasan singkat lebih tepatnya. Perlu juga diketahui bahwa setelah bagian sinopsis diatas, tulisan ini murni pendapat saya tentang film Perfect Blue. Saya sendiri masih mencari-cari bagaimana mengulas sebuah Film dengan baik dan menarik, dan juga ringkas. Oke, karena saya masih belajar mereview, tolong maklumi jika terdapat kalimat-kalimat ambigu selama kalian membaca tulisan saya (hehe).

!!!! film ini berlabel 18+

 

Pendapat saya terhadap film Perfect Blue

Oke. Pertama saya akan menceritakan sedikit apa peristiwa yang dialami oleh Mima melalui opini saya pribadi.

Seperti yang sudah disampaikan lewat sinopsis diatas, intisari dari film ini adalah seperti apa perjalanan Mima sebagai idol (penyanyi) yang memutuskan untuk pensiun demi mengejar karirnya sebagai aktris. Perubahan karirnya dari idol menjadi aktris tidak dilalui dengan mulus oleh Mima, tentu saja, semua nya harus dimulai dari 0, bukan? Mima menerima cukup banyak tekanan dan protes dari beberapa penggemarnya sebab perubahan image Mima yang tadinya adalah idol polos dan imut berubah menjadi Mima yang dewasa dan vulgar. Belum lagi, tekanan yang dialami Mima bertambah dengan adanya penguntit yang selalu berkeliaran di rumahnya.

Pada awal karirnya sebagai aktris rookie, Mima mendapatkan peran perdananya dengan cukup baik, yaitu pada series berjudul Double Blind. Namun  di dalam ceritanya Mima harus memainkan satu adegan dewasa (silahkan tebak sendiri apa adegannya :p)  dalam sebuah klub. Nah, dari sini lah benih-benih permasalahan Mima mulai muncul, tanpa sadar adegan tersebut meninggalkan sedikit trauma pada diri Mima.  Sehingga di saat-saat ia menjalani karirnya sebagai aktris pemula, ia mulai sering mempertanyakan 

siapakah kamu sebenarnya?, apa benar semua ini adalah yang kamu ingin lakukan?”, 

disamping pertanyaan tersebut, kemunculan sosok lain dalam diri Mima juga perlahan mendominasi dirinya, seperti pertentangan identitas antara menjadi seorang idol atau seorang aktris, juga keinginannya untuk tidak mengecewakan orang-orang di sekitarnya, dan penyesalan terpendam karena meninggalkan grup CHAM!

*Sampailah kepada pendapat saya soal film ini. Secara keseluruhan , mulai dari visual animasi, penokohan, karakter, isu yang diangkat dalam film, dll nya saya sangat suka dengan perfect blue. Apa yang menjadi kelebihan setelah saya menontonnya adalah, film ini sarat dengan isu kesehatan mental, krisis identitas, obsesi, objektifikasi perempuan, dan di kombinasikan dengan kasus pembunuhan. Paket lengkap! Terutama untuk saya yang menyukai genre thriller psikologi dan misteri.

Bicara soal krisis identitas, saya mendapat kesimpulan bahwa Mima mengalami krisis identitas setelah melihat bagaimana ia mempertanyakan soal diri dan identitas nya semenjak perubahan karir dalam hidupnya. Apa itu krisis identitas?


Krisis identitas dicetuskan pertama kali oleh Erik Erikson, mahasiswa Psikologi pasti udah gak asing dengan nama beliau. Ia memiliki teori bahwa krisis identitas adalah ketika kita mempertanyakan siapa diri kita atau identitas diri. Biasanya kondisi ini muncul ketika seseorang tengah mengalami perubahan besar dalam hidupnya. Beberapa diantaranya :

Kehilangan pekerjaan / memulai pekerjaan baru, menjalani hubungan baru, perceraian, memiliki anak, kehilangan orang tercinta, pindah ke lingkungan baru, mengalami kejadian traumatis, sakit.

Pada saat Mima menjalani kehidupan barunya sebagai aktris, ia sering mendapat bisikan dari pemikirannya bahwa lebih baik menjadi seorang idol, apakah ia benar-benar menginginkan dirinya sebagai aktris, sebaiknya ikut bernyanyi kembali bersama grup Cham. Bisikan-bisikan ini yang selalu menganggu Mima ketika ia mendapati kembali kebimbangan dalam dirinya, pertentangan-pertentangan dalam diri menjadi bumerang yang cukup besar, apakah benar ia adalah Mima yang menginginkan karir berakting atau pada dasarnya Mima lebih mencintai pekerjaan lama nya yaitu sebagai idol-penyanyi.  

Poin menariknya bukan hanya soal Mima, tapi juga teror penguntit yang berakhir dengan kasus pembunuhan berantai. Alur cerita yang cenderung cepat, membuat saya berulang kali mengulang beberapa adegan, berpikir sebentar lalu menebak-nebak,

“apa yang sebenarnya terjadi pada semua yang ada di dalam film Perfect Blue?”

Saya merasa dipermainkan oleh film ini. Saya masih dibuat bingung, mana yang nyata dan mana yang khayalan atau mana yang nyata dan mana yang hanya cerita? Loh kok?

TBH, saya ingin mengupas lebih banyak soal Perfect Blue, terutama menyangkut kejiwaan yang ada dalam diri Mima, tapi setelah saya menonton film ini saya harus jujur kalau di beberapa bagian dan dialog justru membuat ketimpangan informasi dalam benak saya. Bahkan saya juga berpikir bahwa kepribadian Mima meninggalkan jejak misteri hingga akhir film selesai. Ah dan belum lagi, plot twist yang cukup mengejutkan, dan juga ending yang bikin saya gregetan,

siapakah orang yang dimaksud Mima?

 

Terakhir…

Saya bisa merekomendasikan film ini untuk kalian yang menyukai genre Psychology thriller. Misteri-horror nya sangat terasa, isu yang diangkat menyajikan kisah traumatis yang mendalam membuat cerita semakin menarik. Ada sedikit adegan berdarah-darah di dalam cerita, tapi tidak intens, hanya di sebagian adegan. Pesan terakhir…, kalo bisa saat menonton harus fokus dan berkonsentrasi penuh, karena sebetulnya banyak petunjuk-petunjuk kecil yang sudah disampaikan atas apa yang terjadi dalam film ini. 

Oke sepertinya itu saja ya ulasan dari saya, apakah diantara kalian ada yang pernah menonton Perfect Blue? Atau kira-kira tertarik untu menonton? Boleh berbagi pendapat kalian di kolom komentar yaa…….

Selamat liburan dan sehat selalu!!

 


Link informasi :

Perfect blue 

Identity crisis

Comments

  1. Aku juga udah nonton nih ,bagus emang filmnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak Mayuf terima kasih sudah berkunjung :D

      Iya memang bagus ya filmnya

      Delete
  2. Pas pertama kali nonton pun aku merasa sakit kepala Reka hahaha kayak segala informasi numpuk, jadi harus ngulang beberapa bagian untuk bisa ngerti yaaa πŸ˜‚

    Kejadian nyata yang dialami Mima tuh sedikit banyak terefleksikan di serial yang dia perankan ga sih? Aku nangkep begitu sih, dan jujur aja soal si penguntit dan si *sensor* itu masih bikin aku bertanya2 apakah mereka nyata atau cuma beberapa hal cuma terjadi di kepala Mima.

    Eniwei adegan syuting di club itu disturbing banget astagaaa orang aktris baru langsung disuruh beradegan kayak gitu 😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan kak, banyak pertanyaan yang jawabannya juga jadi misteri sendiri buat penonton huhu

      Bener, baru kepikiran ini pas baca komentar dari kak Eya, nah emang banyak adegan yang bertabrakan gitu gak sih kak, soalnya ada adegan yg dia di wawancarain sama cewe, seniornya dia itu yg rambut panjang agak ambigu juga menurutku tuh.

      Parah sih kak yg itu mah, udah gitu diliatin banyak orang, gimana Mima gak trauma coba T__T

      Delete
  3. Huaa ini anime klasik yg berat mba..jarang ada yang nemu dan bahas di jaman sekarang.

    They don't do this anymore. Sadly.

    Anime lain yang sejenis bisa bikin overthinking semacam Evangelion atau Serial Experiments LainπŸ˜ƒ

    Btw salam kenal mbak 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak Phebie!!

      kak Phebi sudah nonton juga kah? iya kak, saking beratnya bahkan aku dibikin mikir terus sehabis liat kisahnya Mima ini wkwkwk.

      Nah, Evangelion itu ternyata termasuk berat juga ya, aku udah sempet baca ringkasan animenya sih, dan itu udah bikin aku mikir juga padahal baru ulasannya doang LOL. Terima kasih ya kak buat infonya!

      ei salam kenal juga kak Phebie!! Terima kasih sudah berkunjung ke blog Reka..

      Delete
  4. Si mima gpp tu dpt peran itu yg g suka tu fans ny dia .

    ReplyDelete
  5. sumpah gw masih gak ngerti endingnya,terutama cewek rambut panjang pake kacama hitam siapa anjir....?? ada yang tau kah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama aku juga. Cuma kalo yang rambut panjangnya itu si mimanya

      Delete
  6. Masih ga ngerti endingnya kok rumi nya kaya depresi gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak. Banyak yang membuat analisa ending mengenai film ini aku sendiri masih bingung sampai sekarang cuman kayaknya kalo soal Rumi, dia memang mengalami gangguan mental akibat masa lalunya (baca di beberapa artikel). Justru yg bikin ambigu dan aneh adalah Adegan “senyum” mima di akhir film hahah. Pertanda apakah itu sampai saat ini aku belum begitu paham.

      Delete

Post a Comment

Postingan Populer

Sampar oleh Albert Camus (#JanexLiaRC)